Kota Malang memang merupakan salah satu kota yang sering dijadikan jujugan bagi para wisatawan yang sedang berlibur. Mulai dari Objek Wisata (hiburan, olahraga, dan sejarah), Kuliner, hingga Penginapan semua ada di Kota Malang. Bagi Anda yang sedang berlibur di Kota Malang, mungkin informasi berikut dapat sangat membantu untuk menjadikan referensi bagi Anda dalam mengunjungi tempat tempat legendaris yang ada di Kota Malang.

???????????????????????????????

Berikut ini adalah 10 Tempat Legendaris di Kota Malang :

  • WENDIT WATER PARK : Wendit merupakan sebuah objek wisata di Kota Malang yang sudah sejak lama berdiri. Semenjak direnovasiTaman Wisata Wendit kini semakin populer menjadi jujukan tempat wisata untuk menghabiskan libur akhir pekan. Taman Wisata Wendit sendiri berlokasi di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang atau berada di sekitar 10 km ke arah timur dari pusat Kota Malang. Di Taman Wisata Wendit Malang ini Anda dapat menikmati beragam wahana yang siap memanjakan hari libur Anda bersama keluarga.
  • ARAYA GOLF & FAMILY CLUB : Siapa yang tidak kenal Kompleks Kota Araya, sebuah kota yang berada di dalam kota Malang. Kota Arayamerupakan kompleks perumahan elit yang memang sudah lama dikenal sebagai kawasan hunian para eksekutif yang juga menawarkan beberapa tempat hiburan, diantaranya yakni Plaza Araya dan Golf & Family Club. Araya Golf & Family Club merupakan tempat rekreasi elite yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan akan rekreasi dan olahraga bersama keluarga. Terletak di Jalan Lawang Sewu Golf 2-18, Araya Malang Utara / Blimbing,Araya Golf & Family Club ditujukan tidak hanya untuk para warga Kota Araya, tetapi terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin menikmati hijaunya Kota Araya serta segarnya mandi di kolam renang Araya. Selain Golf Court dan kolam renang, Araya Golf & Family Club juga menyediakan lapangan badminton indoor, basket, tennis, serta gym.
  • ALUN-ALUN KOTA MALANG : Kota Malang merupakan salah satu kota sejuk nan indah yang berada di provinsi Jawa Timur. Kota ini terkenal dengan julukannya sebagai Kota Pelajar karena di kota ini terdapat sejumlah perguruan tinggi dan sekolah yang cukup terkenal. Selain disebut sebagai Kota Pelajar, Kota Malang juga memiliki julukan lain yang dikenal oleh masyarakat luas seperti Kota Militer, Kota Sejarah, Kota Bunga, Kota Kuliner, Kota Dingin dan tentunya Kota Wisata yang kini menjadi sentra wisata di Jawa Timur. Lokasi Jantung Kota ini sendiri terletak di Alun Alun Kota Malang yang berupa taman indah dengan beberapa pohon beringin yang rindang mengelilingi taman Kota. Alun-alun kota Malang adalah satu dari dua alun-alun yang dimiliki Malang. Alun-alun ini juga disebut dengan Alun-alun Jami’ karena letaknya tepat di depan Masjid Jami’ yang merupakan masjid kebanggaan warga Malang.
  • ALUN-ALUN TUGU MALANG : Alun-alun Tugu Malang atau yang biasa disebut dengan Alun-alun Bundar. Dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda, alun-alun ini memiliki sebuah tugu yang berdiri kokoh. Tugu yang menjadi kebanggaan Kota Malang ini dulunya merupakan Taman Gubernur Jendral Hindia Belanda yang bernama J.P. Zoen Coen. Dikelilingi oleh taman berbunga yang sangat indah serta beberapa pohon Trembesi, tepat di bawah tugu terdapat kolam yang penuh dengan bunga teratai yang selalu mekar. Tepat terletak di depan gedung Balai Kota Malang, Alun-Alun Bundar ini kerap menjadi lokasi untuk huntting foto bagi remaja yang sekedar ingin berjalan-jalan melepas lelah di sore hari.
  • MASJID AGUNG JAMI’ : Masjid merupakan sebuah bangunan yang sangat penting bagi kehidupan umat beragama Islam. Mungkin yang ada di benak Anda Masjid adalah tempat beribadah, namun sebenarnya bukan hanya merupakan sarana ritual keagamaan namun juga berkaitan dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan, sosial dan budaya dalam arti luas. Terbukti Masjid Agung Jami Kota Malang juga memiliki channel siaran radio bernama “Madina FM 99,8″ yang siar mulai dari pukul 04.00 WIB ( Sehabis Subuh ) hingga pukul 18.30 ( sebelum Sholat Isya’). Negara Indonesia adalah salah satu negara di dunia dengan penduduknya yang mayoritas memeluk Agama Islam. Oleh karena itu tidak heran jika di berbagai penjuru di negara ini banyak berdiri kokoh masjid-masjid dengan berbagai arsitektur yang sangat indah. Masjid Agung Jami Kota Malang merupakan sebuah masjid yang terkenal dengan keindahan bangunannya yang bergaya arsitektur Jawa dan arsitektur Arab.
  • MUSEUM BRAWIJAYA : Selain menghadirkan berbagai macam objek wisata yang menarik, Kota Malang juga menawarkan objek wisata bersejarah yang menyuguhkan saksi bisu atas kejadian kejadian pada masa perjuangan bangsa Indonesia. Baik di luar maupun di dalam Museum Brawijaya ini, Anda akan menemukan berbagai benda peninggalan bersejarah dengan kondisi yang masih sangat terawat dengan baik. Contohnya saja seperti Tank (tank yang dipergunakan pada masa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya) dan Maritim yang terpajang dan tertata dengan apik di depan Museum Brawijaya ini.
  • BAKSO PRESIDENT : Bakso! Ya, kuliner yang satu ini pasti sudah sangat familiar bagi Anda terutama warga Kota Malang dan sekitarnya. Dikota Malang sendiri ada satu brand bakso yang namanya sudah sangat melegenda. Selain terkenal di Kota Malang sendiri, karena keunikan citarasa dan tekstur baksonya yang “maknyus” membuat Bakso President kini menjadi salah satu icon wisata kuliner yang patut dicicipi ketika berkunjung ke Kota Malang. Abah Sugito adalah orang pertama yang menjalankan usaha kuliner Bakso President ini. Dari berjualan bakso keliling pada tahun 1977, hingga pada akhirnya beliau mendirikan sebuah warung sederhana pada tahun 1982 di belakang sebuah gedung bioskop yang kemudian beralih fungsi menjadi Mitra II Departemen Store.
  • BAKSO KOTA CAK MAN : Tak salah memang jika menyebut kota Malang sebagai “Kota Bakso” yang namanya sudah terkenal seantero negri. Karena di kota ini makanan berbahan dasar daging ini pastinya sudah banyak kita jumpai, mulai dari pedagang kaki lima sampai restoran elit pun sekarang berlomba lomba menampilkan bakso dengan berbagai inovasi. Kuliner asli warga Malang yang terdiri dari pentol (bakso), tahu putih, tahu kuning, siomay, mie kuning berbaur dengan kaldu ayam ini memang selalu membuat kita ingin mencoba lagi dan lagi. Jika Anda singgah ke Kota Malang pastinya belum lengkap jika belum menikmati kuliner khas Malang yakni “Bakso Malang” yang tentunya memiliki cita rasa berbeda dari kota kota lainnya di Indonesia. Di Kota Malang sendiri terdapat banyak outlet kuliner yang menyajikan menu utama bakso, dan tentunya memiliki citarasa yang berbeda antara outlet satu dengan lainnya.
  • TOKO OEN : Kota Malang masih menyisakan pesona dari masa kolonial Belanda. Bicara soal Malang Tempoe Doeloe, tidak bisa lepas dari toko legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1930-an. Dimana pada saat itu masih dalam masa penjajahan Belanda. Cerminan tuanya usia Toko Oen ini nampak sekali pada desain arsitektur bangunannya yang khas Belanda serta pajangan foto hitam putih suasana Kota Malang di masa lampau. Tatanan Ruangannya pun tidak pernah berubah dari semenjak toko ini berdiri, furnitur seperti kursi rotan rendah yang ditata mengelilingi meja bundar, jendela-jendela besar juga nampak sangat khas tempoe doeloe. Toko yang terletak di dekat Alun Alun Kota Malang (Disamping Gramedia Malang) ini juga sering menjadi tempat favorit bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk bersantai dan menikmati nuansa tempo dulu Kota Malang. Anda juga patut datang ke tempat ini untuk menikmati makanan dan sejarahnya.
  • HOTEL TUGU MALANG : Selain kesejukan dan keasriannya, Kota Malang memiliki berbagai objek wisata yang selalu menarik untuk dikunjungi para wisatawan Domestik maupun Mancanegara. Dan salah satu penginapan yang terkenal di Kota Malang sendiri adalah Hotel Tugu Malang yang terletak di jantung kota tua sekaligus tepat menghadap ke monumen utama perjuangan Indonesia dan sebuah kolam taman teratai yang indah. Hotel Tugu Malang ini lebih dari sekedar hotel, menjadi salah satu rumah koleksi, karena memang di dalamnya terdapat barang antik tak ternilai yang dipengaruhi oleh Babad Jawa (budaya campuran ratusan-tahun-lama antara para migran Cina di Jawa dan orang Jawa asli).