Advertisement

Udara sejuk di antara hijau persawahaan Pujon menyimpan sebuah pesona wisata alam yang cukup potensial. Berada di kawasan Kampung Ekowisata Bendosari yang telah ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata unggulan oleh Pemkab Malang. Coban Sewu atau warga sekitar menyebutnya Grojogan Sewu, tepatnya berada di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Meski berada kurang lebih 100 meter dari jalan utama Malang-Kediri, lokasi air terjun ini mungkin tidak banyak disadari keberadannya oleh para pengguna jalan. Dikarenakan sedikit tersembunyi di balik rerimbunan pohon beringin dan hutan bambu. Posisinya yang strategis membuat air terjun ini sangat mudah diakses, (sebelah kiri jalan jika ke arah Kediri) baik menggunakan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi.

Jika Anda menggunakan sepeda motor, dari Kota Batu cukup ditempuh dalam waktu 30 menit untuk kondisi lalu lintas normal. Sebelum menikmati kesejukan air Coban Sewu, dengan berjalan kaki, pengunjung harus melewati sebuah jembatan gantung berwarna ungu sepanjang sekitar 30 meter. Kendaraan roda 4 maupun 2 bisa diparkir di halaman SDN Bendosari 1 yang tepat berada di seberang jalan samping jembatan. Tarifnya cukup murah, cukup Rp.2000,-. Jembatan gantung tersebut sebenarnya cukup indah, namun karena banjir besar akhir Januari 2014 kemarin, sebagian sisi jembatannya terputus. Warga sekitar bernisisiatif menyambung seadanya untuk sementara.

Pengunjung akan disambut gerbang merah khas bangunan Klenteng, meski tak megah, namun cukup rapi. Tak ada biaya atau tiket masuk untuk wisatawan, hanya disediakan kotak amal di atas sebuah arca. Kondisi Air Terjun Grojogan Sewu setinggi kurang lebih 25 meter ini masih begitu asri dan terawat. Keberadaan pepohonan di sekitar air terjun yang masih terjaga turut memberikan kesan teduh dan sejuk. Debit airnya yang deras menimbulkan udara dingin di sekitar lokasi air terjun.  Sebagai catatan saja, jika Anda datang di musim hujan atau ketika hari hujan, perlu sedikit kewaspadaan ketika berada di bawah coban. Terkadang beberapa material padat seperti kayu ikut terbawa arus air.

Selain karena keasriannya, Ekowisata Grojogan Sewu ini juga sering didatangi beberapa orang karena dipercaya khasiatnya untuk penyembuhan, atau untuk sekedar mencari ketenangan spiritual. Fasilitas seperti Mushola dan toilet umum juga tersedia bagi pengunjung. Untuk fasilitas tempat makan, terdapat sebuah warung kecil di samping pintu gerbang. Menu yang tersedia masih terbatas. Namun untuk berjalan kaki 10 menit, mie rebus, pisang goreng & kopi dirasa sudah cukup. Di samping barat aliran sungai dari air terjun terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mikro yang dibangun oleh sebuah universitas setempat.

Hal tersebut berarti potensi alternatif telah dimanfaatkan dengan cukup baik. Namun abrasi yang masif tiap tahun dari Sungai Konto kini menjadi ancaman yang serius dari kelestarian obyek wisata ini. Putusnya jembatan dan tergerusnya area persawahan di sekitar Air Tejun Grojogan Sewu menjadi bukti nyata. Semoga upaya pelestarian kawasan sekitar kampung Ekowisata ini semakin ditingkatkan baik oleh pemerintah setempat maupun warga.

Advertisement