Advertisement

Gunung Arjuno/Arjuna adalah gunung api yang tidak aktif dan kental dengan suasana mistis, berada ‘punggung’ dengan Gunung Welirang yang masih aktif. Keduanya sering disebut sebagai Arjuno-Welirang. Beberapa gunung yang masih dalam satu rangkaian dengan Arjuno-Welirang antara lain Gunung Kembar I , Gunung Kembar II , Gunung Ringgit serta Gunung Anjasmoro. Sejak jaman Majapahit, kawasan Arjuno sudah dijadikan sebagai lokasi pemujaan, hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya bangunan peninggalan sejarah berupa arca maupun candi yang diyakini dari jaman Kerajaan Majapahit.

Situs-situs kuno dan bersejarah tersebut banyak ditemui mulai dari kaki gunung sampai di Puncak Arjuno. Situs-situs pemujaan peninggalan jaman Majapahit ini hanya dijumpai di jalur pendakian Purwosari, yakni tepatnya dari Desa Tambak Watu Kecamatan Purwodadi, Kab. Pasuruan. Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk pendakian menuju puncak Gunung Arjuno dan Gunung Welirang, yakni seperti :

1.  Jalur Tretes

Berada di wilayah Kabupaten Pasuruan, Tretes merupakan kawasan wisata yang cukup terkenal dengan hawa sejuknya. Di kawasan yang banyak terdapat villa peristirahatan ini terdapat Air Terjun Kakek Bodo yang cukup indah.

2.  Jalur Lawang

Rute mendaki Puncak Arjuno dari Lawang adalah yang cukup praktis, sekaligus butuh persiapan fisik dan mental yang kuat dikarenakan jalur yang menanjak cukup ekstrim. Kecamatan Lawang merupakan lokasi strategis baik dari arah Surabaya maupun Malang Kota. Berada di jalur utama provinsi, hampir seluruh angkutan umum melewati Pasar Lawang yang menjadi tempat turun menuju arah Kebun Teh Wonosari.

3.  Jalur Purwosari

Pendakian dari jalur Purwosari bisa dimulai dari Desa Tambak Watu. Untuk menuju Desa Tambak Watu bisa naik angkot dari Pasar Purwosari dengan jarak tempuh 1 jam, atau bisa juga dengan naik ojek. Injin pendakian juga bisa diurus di Desa Tambak Watu.Di awal pendakian akan melewati hutan pinus yang tertata rapi, sementara di sela-sela pohon pinus tersebut banyak ditanami pohon kopi dan pohon pisang. Suasana tenang dan wingit mulai terasa di kawasan ini. Selanjutnya akan banyak ditemui banyak peninggalan situs-situs sejarah dari jaman Majapahit, diantaranya: Goa Antaboga, Petilasan Eyang Abiyasa, Situs Eyang Sakri, Situs Eyang Semar, Wahyu Makutarama, Puncak Sepilar, dan Candi Manunggale Suci. Petilasan-petilasan yang masih cukup terawat tersebut masih sering dikunjungi para peziarah dengan berbagai tujuan.

4.  Jalur Sumber Brantas, Kota Batu

Rute pendakian yang juga cukup menarik dan menyenangkan, berada di sebelah barat Gunung Welirang. Kota Batu merupakan kota wisata memiliki panorama eksotis. Karena terletak di lembah Gunung Panderman dan lereng Gunung Arjuno, kota penghasil buah dan sayur ini mendapatkan julukan Swiss-nya Jawa.

Advertisement