Advertisement

Gunung Merapi merupakan sebuah gunung yang berada dalam satu garis lurus dengan Keraton Jogja dan Samudera Hindia. Gunung Merapi memegang posisi penting dalam masyarakat Jawa. Hal ini dipercaya sebagai suatu trinitas kosmologi yang mempunyai hubungan erat satu sama lain. Merapi sebagai api, Laut Selatan perlambang air, sementara Keraton adalah penyeimbangnya. Untuk mencapai Gunung Merapiu, Anda dapat mengambil rute pendakian jalur sisi utara, yakni melewati Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Plalangan adalah dusun terakhir bila Anda akan melakukan pendakian melalui jalur Selo.

Untuk sampai ke Puncak Merapi dengan melewati jalur Selo ini, Anda dapat menggunakan angkutan umum dari arah Jogja menuju Magelang, turun di Blabak,  lalu lanjutkan menggunakan mini bus jurusan Selo. Untuk mencapai BASE CAMP BARAMERU (MBAH MIN) Anda harus berjalan kaki melewati jalan aspal menanjak karena tak ada angkutan umum yang lewat kampung ini. Bila ingin lebih mudah Anda dapat menyewa mobil untuk mengantar langsung hingga base camp, tarifnya sekitar Rp. 800.000 untuk mengantar dan menjemput dari Jogja. Sebenarnya masih ada jalur lain seperti jalur Deles ataupun Babadan. Namun, rutenya relatif lebih sulit sehingga jalur Selo menjadi favorit para pendaki hingga kini. Sementara itu, jalur Selatan via Dusun Kaliadem sudah tidak bisa dilalui pasca erupsi besar tahun 2010 silam.

Lama perjalanan normal mendaki Merapi hingga puncak sekitar 5-6 jam. Empat hingga lima jam pertama dihabiskan melewati base camp hingga pos 3 atau Pasar Bubrah, selanjutnya perjalanan selama sekitar satu jam dari Pasar Bubrah ke puncak. Tak ada penerangan selama perjalanan, jadi pastikan Anda memakai headlamp dalam kondisi prima. Puncak Merapi ini juga merupakan spot favorit para pendaki untuk menikmati sunrise. Hanya saja, tempat yang sempit dan curam menyulitkan para pemburu gambar untuk bisa berpindah-pindah mencari sudut terbaik, apalagi untuk meletakkan tripod. Sebelum siang datang, sebaiknya Anda segera turun. Perjalanan pulang kebase camp memakan waktu sekitar 4 jam. Disinari cahaya matahari, terlihat lahan penduduk di lereng gunung. Kawasan ini adalah daerah subur berkat abu vulkanik yang rutin dikeluarkan Kawah Merapi. Sesungguhnya Merapi tak pernah marah, dia hanya menyeimbangkan diri, membagi apa yang dimilikinya untuk alam di sekitarnya.

Advertisement