Advertisement

Kota Surabaya patut berbangga karena memiliki Hutan Mangrove Wonorejo, Rungkut. Artinya, geliat perkembangan kota segemerlap apa pun, tetap menyisakan lahan penyelamat lingkungan dari bahaya erosi dan banjir. Ekowisata Mangrove Wonorejo ini banyak dijadikan referensi wisata baik dari dalam maupun luar negeri. Dikutip dari majalah Surabaya City Guide edisi Juli 2012, kawasan ini dijadikan percontohan dalam proyek Mangrove Ecosystem Conservation and Sustainable Use (MECS) yang merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Kehutanan RI dengan Japan International Agency (JICA).

Hutan Mangrove Wonorejo, berada di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Hutan Mangrove Surabaya ini yang masih dalam tahap pengembangan oleh pemerintah kota. Selain difungsikan sebagai bendungan, Hutan Mangrove Wonorejo juga dapat dimanfaatkan sebagai wisata air dan ekowisata. Ide pengembangan Hutan Mangrove Wonorejo ini, sekaligus sebagai upaya untuk memanfaatkan waduk untuk mengendalikan banjir. Kawasan yang berada di lahan seluas 871 hektar ini, menyuguhkan pemandangan dan suasana yang mengagumkan.

Terdapat banyak obyek yang bisa dinikmati sebagai sajian wisata. Ada kolam pancing, fasilitas umum, sentra kuliner, dan kapal wisata. Menelusuri kawasan mangrove ini pun terasa nyaman karena tersedia jogging track yang terbuat dari anyaman bambu. Jogging track tersebut dinaungi pohon mangrove di sisi kanan dan kiri sehingga tidak panas. Kawasan ekowisata mangrove Wonorejo ini juga sering dijadikan area untuk para pecinta lingkungan untuk menanam pohon bakau. Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya ini pun makin ditata dan dijadikan salah satu tempat referensi bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Hutan Mangrove Wonorejo ini memiliki potensi besar untuk menarik pengunjung datang berwisata pantai dan wisata hutan bakau yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan mangrove yang juga dapat dibudidayakan keberadaannya.

Pengunjung bisa menikmati keindahan mangrove dari dekat dengan menyeberang menggunakan perahu. Perjalanan dari dermaga keberangkatan ke dermaga mangrove memakan waktu sekitar 15-20 menit. Perahu tersebut berkapasitas 30 orang dengan seorang petugas yang akan menjelaskan seputar kawasan ekowisata mangrove ini. Untuk soal harga tiket masuk Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo ini, cukup terjangkau yakni seharga Rp. 20.000 untuk dewasan dan anak anak Rp. 15.000. Pengunjung akan naik perahu dari dermaga keberangkatan, menuju ke hutan mangrove.

Perahu yang dipakai masih sederhana, cuma untuk sisi keamanannya sudah baik. Di sekeliling kapal sudah disiapkan pelampung untuk penumpang. Bagaimana penasaran untuk melihat dari dekat bagaimana budidaya tanaman pohon bakau, silahkan saja datang langsung ke Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya yang berlokasi di Pantai Timur Surabaya, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Advertisement