Advertisement

Wana Wisata Penggaron Semarang adalah kawasan hutan di wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Semarang, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Penggaron RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Susukan-Gedawang atau tepatnya di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian +- 210 – 348 m dpl, suhu udara berkisar antara 20 deerajat – 26 derajat Celcius dengan curah hujan rata-rata 2146 mm/tahun. Masyarakat di sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron Semarang ini untuk berbagai aktivitas. Mulai dari olahraga, jungle tracking, outbound training, latihan SAR, Pramuka, rekreasi, hingga penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan lainnya.

Khusus untuk rekreasi, di kawasan itu  pengunjung bisa bermain golf, uji ketangkasan bersepeda motor, atau hanya sekadar duduk-duduk sambil menonton monyet. Wana wisata Penggaron Semarang juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wana Wisata Penggaron Semarang juga memiliki koleksi hidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya ada 97 spesies yang terdapat dalam wanawisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran. Potensi berupa keanekaragaman jenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi ekoeduwisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).

Kedepannya Hutan Wisata Penggaron Kabupaten Semarang, Jawa Tengah seluas 500 hektar akan dialihfungsikan sebagai Taman Safari Jateng Park terbesar se-Asia. Selain itu, di hutan ini juga banyak terdapat titik rawan longsor. Lokasi ini sebenarnya cocok bagi pelajar untuk mempelajari ilmu kebumian. Sungai yang berhulu di kawasan itu juga bisa menjadi lokasi yang baik untuk dipelajari. Termasuk soal aliran permukaan, aliran air dalam tanah, dan sedimentasinya. Hutan ini sebenarnya juga merupakan daerah penyangga bagi Semarang bagian bawah. Jika lahan di hutan ini berubah, maka debit air sungai Banyumeneng (Mranggen, Demak), Kali Babon (Semarang dan Demak) dan Banjirkanal Timur (Semarang) bisa naik hingga 35 kali lipat.

Apabila hal tersebut sampai terjadi, maka daerah-daerah yang dilalui sungai-sungai tersebut bisa terkena banjir bandang yang mematikan. Daerah-daerah itu antara lain Banyumeneng (Mranggen), Bukit Kencana Jaya (Semarang), Rowosari (Tembalang, Semarang), Klipang (Tembalang, Semarang), Pedurungan, Jalan Majapahit, hingga Kaligawe. Bagaimana penasaran ingin berkunjung ke Wisata Alam Penggaron Unggaran, silahkan saja datang langsung ke Desa Susukan, Kecamatan Ungaran,  Kabupaten Semarang,  Jawa Tengah.

 

Advertisement