Advertisement

Jika Anda sedang menjalani waktu libur, dan bosan jika berlibur ke tempat yang seperti biasanya maka Anda wajib mencoba mengisi waktu libur Anda dengan mengunjungi objek wisata yang satu ini. Selain menjadi  tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa (agama Konghucu), Kelenteng Eng An Kiong Malang kini juga menjadi salah satu pilihan diantara banyak objek wisata yang ada di Kota Malang. Bukan hanya arsitektur bangunan yang indah dan menakjubkan, Kelenteng Eng An Kiong juga mudah ditemukan karena berdekatan dengan pasar besar tepatnya di Jalan Martadinata 1 Malang. Kelenteng Eng An Kiong Malang sendiri ternyata memiliki catatan sejarah yang begitu luar biasa karena selain menjadi salah satu Klenteng tertua di Kota Malang juga merupakan peninggalan sejarah turunan ketujuh Jendral Dinasti Ming.

Menurut sejarah, kurang lebih sekitar 400 tahun lamanya setelah Laksamana Cheng Ho menapakkan kaki di tanah Jawa, Kelenteng Eng Ang Kiong pun didirikan. Hal itu berdasarkan inisiatif dari Lt. Kwee Sam Hway. Ia adalah keturunan ketujuh dari seorang Jendral di jaman Dinasti Ming yang berkuasa di Tiongkok. Saat itu, keturunan sang Jendral ditekan oleh Dinasti Jing sehingga terpaksa melarikan diri ke Indonesia. Sang Kapiten (keturunan kelima Jendral masa Dinasti Ming) mendarat di Jepara kemudian menikah dengan putri yang leluhurnya mendarat di Sumenep Madura. Lt. Kwee Sam Hway adalah cucu dari sang Kapiten yang kemudian membangun Klenteng Eng An Kiong. Dia berangkat dari Sumenep dan akhirnya menemukan sebuah daerah di Kota Malang. Menurut Bonsu Hanom Pramana, Eng An Kiong berarti “istana keselamatan dalam keabadian Tuhan”.

Ornamen – ornamen indah yang tersebar di berbagai tempat serasa begitu memanjakan mata para pengunjung yang memandangnya.  Bukan hanya memiliki unsur seni yang tinggi dan bermakna begitu mendalam, diantara beberapa ruangan di kelenteng ini juga terdapat sebuah kolam indah yang dihuni oleh banyak ikan koi. Untuk menghormati mereka yang sedang berdoa di Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang, para pengunjung disarankan tidak memotret maupun melakukan sesuatu yang dapat menggangu umat yang sedang beribadah. Biasanya, banyak tradisi budaya yang sarat dengan nilai religius diadakan di Kelenteng Eng An Kiong terutama ketika menjelang peringatan Tahun Baru Imlek atau Perayaan Ulang Tahun Kelenteng itu sendiri. Akan lebih menarik jika Ngalamers berkunjung ke Kelenteng ini di saat-saat itu. Pasalnya, seringkali akan ada pertunjukan Barongsai yang seru dan menarik untuk ditonton. Bagi yang ingin diramal, disini Anda juga bisa melakukan Chiam Si (ramalan keberuntungan) yang memang diperuntunkan oleh umat maupun turis.

Advertisement