Advertisement

Masjid Besar Kauman termasuk dalam daftar masjid tua di tanah Jawa. Letaknya berdekatan dengan Pasar Johar, Semarang. Dahulu,  kompleks ini merupakan alun-alun tempat berkumpul warga Semarang. Hingga saat ini, bangunan Masjid Kauman tetap berdiri kokoh meskipun lingkungan jalan di sekitarnya telah padat dengan kios, pedagang kaki lima, dan tempat angkot menunggu penumpang. Masjid Kauman didirikan pada awal abad ke-16. Pendiri masjid itu ialah Kiai Ageng Pandanaran yang kemudian mendirikan masjid lagi di sekitar Bubakan, yang menjadi tempat kabupaten setelah hijrah akibat pemberontakan orang-orang China yang dikenal dengan Perang Semarang (1742).

Masjid Besar Kauman mengalami renovasi berkali-kali. Kiai Adipati Surohadimenggolo III, sebagai Bupati Semarang kala itu, mengganti masjid itu menjadi masjid yang lebih besar pada 1759-1760. Pembangunan itu diperingati dengan tiga buah inskripsi yang kini masih tertempel di gapura utama masjid yang bertuliskan huruf Jawa, Latin, dan Arab. Tulisan di prasasti tersebut masih sangat jelas terbaca walaupun sudah usang dimakan usia. Hal ini sangat menarik untuk dikaji bahwa masjid ini adalah salah satu masjid besar dan berpengaruh dizamannya. Masjid ini juga banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah. Hal ini menandakan bahwa Semarang sejak dulu merupakan salah satu kota besar sekaligus kota pelabuhan yang maju. Saat RM Tumenggung Ario Purboningrat berkuasa pada 1867, ia merenovasi masjid tersebut.

Kemudian pada 23 April 1889 dengan bantuan dari Asisten Residen Semarang GI Blume dan Bupati R Tumenggung Cokrodipuro, masjid tersebut lagi-lagi direnovasi. Arsitek berkebangsaan Belanda GA Gambier dipercaya untuk menangani pekerjaan itu. Masjid selesai di renovasi tanggal 23 November 1890. AH Plas dalam tulisannya Van’t Verjongde Semarang En’t Verjongde Semarang 1911 menjuluki Masjid Kauman sebagai de fraii misigitatau sebuah masjid yang indah. Meskipun Semarang sekarang telah memiliki Masjid Agung Jawa Tengah yang lebih megah dan besar, keberadaan Masjid Kauman tetap dipertahankan. Sampai sekarang, Masjid Kauman tetap dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan ritual Dugderan, peringatan awal bulan Ramadan. Sebuah tradisi yang dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu kala. Bagaimana penasaran ingin berkunjung ke Masjid Besar Kauman Semarang, silahkan saja Anda datang langsung ke Jalan Alun-Alun Barat No. 11, Semarang.

Advertisement