Advertisement

Tahun Baru Imlek merupakan hari besar warga Tionghoa yang dipersiapkan dan disambut meriah oleh mereka yang merayakan. Salah satu tempat perayaan Tahun Baru Imlek ada di Kelenteng Hong Tiek Hian, Surabaya. Pesta tahun baru Imlek juga identik dengan pagelaran kesenian tari barongsai dan liong. Lampion dan beragam pernak-pernik yang didominasi warna merah menyala itu menghiasi berbagai sudut kota. Upacara sembahyangan secara khusyuk juga sering dilakukan di kelenteng-kelenteng. Misalnya di sekitar kawasan sentra bisnis Kembang Jepun, Surabaya.

Di Kampung Dukuh yang tidak jauh dari pecinan ini, terdapat sebuah bangunan kuno yang konon telah berusia ratusan tahun. Bangunan kuno itu berupa kelenteng tua yang merupakan tempat ibadat umat Buddha, Tao, dan Konghucu, yang sebagian besar pemeluknya adalah kaum Tionghoa. Bangunan kelenteng yang didominasi warna merah dan bergaya arsitektur Tiongkok ini, memancarkan kekhidmatan yang mendalam. Ketika masuk ke dalam, bau wangi khas lidi hio memenuhi ruangan.

Penganut kelenteng ini terlihat khusyuk beribadah memanjatkan doa dan pengharapan. Jika Anda berkunjung ke Surabaya, maka kelenteng ini tak boleh dilewatkan begitu saja. Sebab, ia termasuk ke dalam daftar tempat wisata cagar budaya yang harus dikunjungi. Kelenteng tua Hong Tiek Hian dibangun oleh pasukan Tar-Tar dari Mongolia ketika mendarat di Surabaya, sebelum menyerang Prabu Jayakatwang dari Kediri di zaman dahulu kala.

Begitu Anda mulai memasuki bagian dalam kelenteng, suasana temaram dan bau harum khas hio akan menyambut Anda. Semakin masuk ke dalam, Anda bisa melihat berbagai altar sebagai tempat pemujaan yang dihiasi dengan ornamen khas bergaya Cina. Sebelum menuju altar tersebut, di sisi kiri dan kanannya terdapat lilin-lilin berwarna merah berukuran besar, kira-kira seukuran orang dewasa. Posisinya yang berada di kanan-kiri diyakini melambangkan keseimbangan. Lilin sendiri merupakan benda penting di kelenteng, sebab lilin menggambarkan penerangan batin.

Di dalam kelenteng Hong Tiek Hian ini, lilin juga menjadi sumber penerangan utama ruangan kelenteng. Ukiran naga terdapat hampir di setiap tiang kelenteng serta pagar pintu masuk, naga berwarna hijau itu ikut menghiasi. Naga dalam tradisi Tionghoa diyakini sebagai pengusir roh jahat. Sementara di sisi lainnya, Anda juga bisa melihat tempat yang menyediakan berbagai alat ibadah seperti lilin, hio, dan uang-uangan kertas. Jadi bagi Anda yang ingin bersembahyang, bisa mendapatkan benda-benda tersebut di sini. Suasana temaram di dalam kelenteng akan menambah kesakralan tersendiri bagi orang yang sedang bersembahyang. Mereka akan membakar beberapa batang hio, dan disentuhkan ke dahi sebanyak tiga kali, dan kemudian batang hio tersebut diletakkan ke tempat hio.

Patung atau arca juga mudah Anda temukan di tempat ini. Seperti patung-patung dewa yang memegang senjata, dan dua patung dewa yang berada di depan pintu masuk kelenteng ini. Di depan patung-patung dewa itu juga terdapat lilin dan tempat menaruh hio. Sewaktu mengunjungi kelenteng ini, pihak pengelola melarang kami mengabadikan gambar patung para dewa. Bagaimana penasaran ingin berkunjung, silahkan saja Anda datang langsung ke Klenteng Hong Tiek Hian yang berlokasi di Jalan Dukuh, Surabaya Utara (daerah Pecinan).

Advertisement