Advertisement

Masjid Agung Baiturahman merupakan ikon dari masyarakat Banyuwangi. Masjid ini sebelumnya bernama Masjid Jami’ Banyuwangi ini berdiri di saat Banyuwangi pertama kali dibangun. Masjid Agung Banyuwangi ini sendiri berlokasi di Jalan Sri Tanjung. Mas Alit atau Raden Temenggung Wiraguna I pada tanggal 7 desember 1773 ditunjuk sebagai Bupati Blambangan terakhir sekaligus Bupati Banyuwangi pertama. Mas alit pun langsung memerintahkan kepada para punggawa Blambangan untuk membuka ibukota baru (yang telah dipilihnya), dan yang pertama dilakukan adalah membuat tempat untuk melakukan shalat lima waktu berjamaah.

Hal ini dikarenakan pengikut Mas Alit/ prajurit-prajurit Blambangan adalah adalah penganut agama Islam yang taat beribadah. Dari sebuah tempat yang sangat sederhana yang hanya dibatasi oleh kayu seadanya kemudian dibentuk lebih indah itu akhirnya menjadi masjid yang cukup luas. Sampai sekarang tanggal 7 Desember dijadikan hari lahir (Harlah) Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Setahun setelah pembuatan masjid sederhana, tepatnya sejak 24 oktober 1774, Masjid Jami’ Banyuwangi mulai ramai menjadi tempat shalat. Hingga saat ini Masjid Agung Baiturahman Banyuwangi yang merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini mengalami renovasi beberapa kali setelah berdiri.

  • Pertama : Mulai dibangun secara permanen tahun 1840, selesai dibangun tanggal 18 Sya’ban 1260H/1844, waktu itu pembangunan permanen pertama kali dipimpin oleh Bupati Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat, sebagai pelaksana pembangunan Patih Raden Pringgokusumo Hadiningrat yang dibantu oleh Hakim Bagus Achmad bin Ngabsi.
  • Kedua : Mulai direnovasi tanggal 28 Maret 1969, selesai dipugar tanggal 8 Maret 1971 dan diresmikan tanggal 12 April 1971.
  • Ketiga : Mulai direnovasi bentuk atapnya (kubah) tahun 1986, selesai dibongkar atapnya menjadi atap joglo tahun 1990, dan diresmikan tanggal 7 maret 1990.
  • Keempat : Publikasi gambar rencana pembangunan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi tanggal 12 juni 2005, mulai dibangun kembali (peletakan batu pertama) tanggal 9 september 2005.

Advertisement