Advertisement

Pantai Drini menjadi salah satu pantai istimewa di pesisir Gunungkidul. Hal ini dikarenakan terdapat sebuah pulau kecil di tengahnya. Pulau tersebut membagi pantai ini menjadi dua bagian. Pulau ini juga sekaligus memisahkan sisi timur dan barat pantai menjadi dua karakter yang berbeda. Layaknya seseorang yang memiliki kepribadian ganda, Di satu sisi tenang dan lembut, sementara sisi lainnya keras dan garang. Di bagian timur pantai, tebing-tebing berbaris gagah, berdiri angkuh seolah menantang penguasa laut. Dipadu dengan pulau karang yang terjaga dari amukan ombak, menjadikannya tempat nyaman untuk mandi hangat air asin, bagaikan berada di bath tub raksasa, melemaskan otot yang lelah menyusuri pulau karang. Komposisi air berwarna biru kehijau-hijauan, dengan dinding dan pulau karang yang mengelilingi, serta beratap langit biru, ditambah pandangan bebas menuju lautan lepas semakin membuat siapa saja betah berlama lama berada di Pantai Drini ini.

Namun di sisi barat pantai pun mempunyai pesona yang tak kalah eksotisnya. Deretan perahu bercadik tertambat, beristirahat sejenak setelah semalaman bergelut dengan ombak laut Selatan. Satu dua nelayan terlihat menebar jala ke air, berharap ada segerombolan ikan yang berdatangan, Pantai Drini juga merupakan kampung nelayan tradisional. Karakter ombak yang lebih kuat dan langsung menuju samudera tanpa karang yang menghalangi, menjadikan Pantai Drini sebagai tempat yang tepat bagi para nelayan untuk jalur berangkat dan pulang melaut. Dahulu di pulau tersebut banyak ditumbuhi santigi (Pemphis acidula), atau masyarakat sekitar pesisir pantai biasa menyebutnya “drini“. Itulah kenapa pantai dan pulau ini diberi nama Drini. Bila laut sedang surut, kita bisa pergi ke pulau. Tak perlu menjadi climber untuk memanjat karang, karena tangga beton sudah tersedia untuk mengantar kita sampai ke atas.

Dari puncak pulau, pandangan Anda dapat menyisir seluruh Pantai Drini, melihat gunungan alang-alang atap gazebo hingga deretan perahu nelayan. Semua tampak mungil, seperti miniatur kecil. Namun kini di Pantai Drini ini sudah tak ada lagi pohon drini, yang ada hanyalah pandan laut (Pandanus tectorius) memenuhi setiap jengkal tanah. Dua jam berkendara dari Kota Jogja rasanya terbayar lunas ketika Anda telah sampai di Pantai Drini ini. Matahari yang belum begitu terik dengan ditemani langit yang berwarna biru, menjadikannya sebagai latar untuk hamparan pasir putih yang luas. Sementara sebuah pulau karang mengapung dengan indahnya di tengah samudera.

Advertisement