Advertisement

Satu lagi pantai cantik di Banyuwangi yakni Pantai Pancur. Letaknya masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Lokasinya sekitar 5 km dari Pos Rawabendo, pintu masuk Taman Nasional tersebut, atau 2 km dari Pantai Trianggulasi. Setelah sampai di resort Pancur, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya dan selanjutnya berjalan kaki menuruni tangga untuk tiba di pantainya. Di kawasan resort Pancur terdapat bangunan kantor resort dan pos penjagaan, di sini terdapat fasilitas untuk pengunjung seperti mushola, kamar mandi dan kantin. Setibanya di Pantai Pancur, pemandangan cantik nan indah telah menanti. Hamparan pasir putih membentang luas dan lumut-lumut hijau tumbuh di bebatuan yang ada di bibir pantainya. Pemandangan putih dan hijau di pantainya cantik sekali.

Pantai Pancur mempunyai bentangan pasir putih yang panjang. Pantainya pun landai dan aman untuk dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa. Ada banyak lumut yang tumbuh di bebatuan yang ada di bibir pantai Pancur. Warganya yang hijau menambah kecantikan pemandangan Pantai Pancur. Di dekat Pantai Pancur kita akan menemukan aliran sungai kecil dan berair tawar yang bermuara seperti air terjun kecil yang membentuk aliran air di pasir dan langsung bertemu dengan air laut, sebuah keunikan yang menjadi nilai plus pantai ini. Kegiatan yang bisa dilakukan di sini adalah berenang atau befoto-foto. Bagi pengunjung yang berniat menginap, di Pantai Pancur ada tempat untuk berkemah. Pengunjung bisa menginap sambil menikmati suara deburan ombak dan suara binatang liar dari hutan sekitarnya.

Biasanya di akhir pekan pantai ini selalu penuh oleh wisatawan lokal Banyuwangi dan sekitarnya. Tak jauh dari pos resort Pancur terdapat sebuah gua yang dinamai Gua Istana. Konon pada awalnya gua ini dipakai oleh orang-orang di Istana Negara untuk bersemedi. Bahkan menurut legenda Presiden Soekarno pernah datang ke tempat ini. Untuk menuju gua ini, anda harus trekking sejauh 2 km dari Pos Resor Pancur melewati hutan bambu. Suasananya masih sangat alami, hingga terdengar suara aneka burung yang saling bersahutan. Setibanya di Gua Istana, anda masih harus mendaki puluhan anak tangga. Seketika, bau dupa pun terasa begitu menyengat di hidung. Rupanya Gua Istana adalah tempat para pertapa untuk bersemedi. Gua Istana bisa disebut sebagai tempat wisata ritual. Banyak umat Hindu Bali yang datang ke sini untuk bersembahyang. Selain itu, ada juga kelompok-kelompok tertentu yang datang untuk bersemedi dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Tak heran, ada banyak dupa dan bekas kardus atau koran-koran yang dipakai sebagai alas bagi para pertapa.

Advertisement