Advertisement

Banyuwangi adalah daerah di Jawa Timur yang kaya akan potensi alamnya, khususnya potensi objek wisata, seperti wisata pantai/laut, wisata gunung, wisata kebun, juga didukung dengan Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Baluran. Kini tambah satu lagi tempat tujuan wisata yang cukup representatif yakni Taman Wisata dan Pemandian Taman Suruh yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, 8 km ke arah barat kota Banyuwangi. Objek wisata Tamansuruh memiliki nilai tambah tersendiri, di samping lokasinya masuk dataran tinggi, bebatuan, hawanya sejuk dan asli.

Ditambah lagi dengan dua kolam pemandian bagi orang dewasa dan anak-anak serta tempat majnan anak-anak. Selain itu di lokasi ini telah tumbuh pohon durian yang jumlahnya cukup banyak, serta tanaman langka lainnya masih cukup banyak terpelihara, belum lagi sejumlah bunga-bunga yang tertata sangat apik nan asri. Lokasi wisata dan pemandian Taman Suruh yang memiliki luas 3,5 hektar dulunya adalah tanah yang tidak produktif karena bebatuan dan padas, namun di tengah lokasi ini terdapat sumber air yang bersih dan dingin. Mata air ini adalah sumber menggolo dan sumber waras dan sumber-sumber kecil lainnya.

Pohon-pohon bambu dan kopi serta pohon kelapa juga banyak tumbuh dan kini telah tertata dengan baik. Taman wisata dan pemandian Taman Suruh Banyuwangi ini terwujud berkat kepedulian Ir. H. Soesanto Soewandi dan Hj. Sukowati SS sebagai manajer, untuk mewujudkan tempat tujuan wisata bagi orang-orang Banyuwangi khususnya memang dibutuhkan waktu cukup panjang. Bahkan kedua orang tersebut mempunyai angan-angan taman Wisata dan Pemandian Tamansuruh ini menjadi “Sengkalingnya” Banyuwangi, atau “Selektanya” Banyuwangi. Konon, menurut cerita beberapa warga masyarakat sekitar lokasi Taman Wisata ini bahwa sumber waras yang digunakan untuk mengisi kedua kolam renang tersebut memiliki keajaiban tersendiri. Dulu, menurut cerita Pak Achwan sesepuh Dusun Wonosari itu, seseorang Kepala Desa Mojopanggung menderita sakit yang sulit disembuhkan.

Lalu orang tersebut menerima wangsit kalau dirinya disuruh mandi di sumber itu, lalu wangsit itu dilaksanakan, ternyata Kepala Desa yang sakit itu langsung sembuh dari sakitnya. Akhirnya, melihat kenyataan itu Kades yang sembuh dari sakitnya itu mempunyai niat untuk melaksanakan selamatan (perayaan) di sekitar sumber air itu. Disaksikan masyarakat sekitar lokasi itu Kades memberi nama sumber mata air itu dengan nama “Sumber Waras”. Sejak itu, pengalaman kades tersebut diikuti masyarakat lain yang sakit, mandi di sumber waras, dan banyak yang sembuh.

Kepercayaan masyarakat hingga kini terus berjalan, bahkan pihak pengelola Taman Wisata dan Pemandian Taman Suruh Banyuwangi memberikan kartu free pas khusus kepada masyarakat setempat untuk dapat masuk ke lokasi tersebut. Hingga kini boleh di bilang Tamansuruh adalah pelopor pertama berdirinya kolam renang yang alami. Walau kini banyak bermunculan tempat wisata lain, Taman Suruh tetap menjadi tempat favorit masyarakat Banyuwangi untuk menikmati liburan akhir pekan.

Advertisement