Advertisement

Rawa Pening merupakan sebuah telaga alami yang dikelilingi oleh Gunung Telomoyo, Gunung Kendil, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. Tempat-tempat eksotik nan kaya akan mitos atau legenda selalu saja menarik untuk dikunjungi. Rawa Pening sendiri mempunyai luas telaga 2.670 hektar yang terbentuk dari gugusan pegunungan (oleh Gunung Telomoyo, Gunung Kendil, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran) membetuk bentang perisai indah dan menambah kecantikan telaga yang tidak bisa dilepaskan dari mitos Baruklinting, seekor ular besar yang dipercaya menjadi penunggu Rawa Pening.

Patung seekor naga besar sedang menganga yang menyambut di pintu masuk semakin mempertegas mitos tentang Baruklinting sebagai penjaga telaga. Rupanya mulut naga tersebut merupakan pintu masuk menuju ruang koleksi ikan dan reptil yang disimpan di akuarium. Dari gerbang naga Anda akan disambut dengan anak tangga menuju Bukit Cinta, sebuah bukit kecil di tepi Rawa Pening yang dipenuhi dengan pohon pinus dan kursi-kursi beton tempat bercengkerama, kemudian turun ke arah dermaga. Seorang nelayan telah menunggu dengan ketintingnya dan siap mengantarkan para pengunjung mengitari Rawa Pening.

Hangat sinarnya mulai menerpa wajah sekaligus mengusir kabut yang masih bertahan di pucuk-pucuk pohon serta puncak pegunungan yang membentengi tandon air raksasa ini. Menghabiskan pagi di telaga yang tenang dengan latar pegunungan yang kokoh, mengamati detak kehidupan yang berdenyut dari tiap sudut telaga, serta menyaksikan nelayan yang terus melaju dengan jongkong berisi jala, semuanya menjadi rangkaian pembuka di pagi hari yang sempurna. Untuk dapat menikmati suasa alam yang masih asri di Rawa Pening ini, Anda harus membayar tiket masuk terlebih dahulu seharga :

  • Hari biasa  :  Rp. 3.000,-
  • Hari libur dan tanggal merah  :  Rp. 3.500,-
  • Tarif Kapal  :  Rp. 30.000,- / 30 menit maksimal 8 orang

Bagaimana penasaran ingin menikmati suasa alam yang hening yang masih segar dan asri, silahkan saja Anda datang langsung ke Rawa Pening Semarang yang berlokasi di Jalan Raya Ambarawa – Muncul, Banyubiru, Semarang.

Advertisement